konsultan-pajak-jakarta-timur
02
FEB
2017

Indonesia adukan Google di Forum pajak G-20

indonesia-adukan-google-di-forum-pajak

Indonesia akan membawa isu perpajakan internasional dalam forum G-20 di Jerman, Juli mendatang. Di forum itu, Indonesia bakal menyuarakan komitmen Base Erosion and Profit Shifting (BEPS) melewati sistem pertukaran informasi keuangan antar negara atau Automatic Exchange of Tax Information in Financial Sector (AEoI).

Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Ekonomi Rizal Affandi Lukman, menyatakan, Indonesia akan membawa permasalahan pajak Google yang tengah dihadapi Indonesia, biar menjadi perhatian anggota G-20. Masalah ini bakal diangkat lantaran berkaitan erat juga dengan perkembangan e-commerce.

Perwakilan Forum G-20 Tubuh Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Khrisna Adi Satrio menyatakan, Indonesia bakal meminta negara yang sudah berkomitmen atas implementasi lima belas wacana aksi penerapan anti BEPS, tergolong AEoI, menghindari kompetisi menurunkan biaya pajak secara tak sehat.

Isu anti BEPS dan AEoi telah dibawa Indonesia dalam pertemuan G-20 di China tahun 2016. Menteri Keuangan saat itu, Bambang Brodjonegoro menggagas hukuman pengucilan pergaulan keuangan internasional bagi negara yang tak mau ikut serta, menunda implementasi, sampai melanggar ketentuan anti BEPS.

Saat ini seratus satu negara telah meneken AEoI yang akan berlaku tahun ini. Namun, masih 2 negara yang belum tegas menyatakan komitmennya menerapkan AEoI, yakni Bahrain dan Panama. “Kami mendorong yurisdiksi yang tak kooperatif untuk bisa dinilai negara lain,” kata Kresna, Jumat (27/1).

Fokus urusan pajak

Secara umum, menurut Kresna, forum G-20 tahun ini akan fokus pada 4 agenda bidang perpajakan. Pertama, meningkatkan kolaborasi global untuk mengatasi pelarian pajak ke negara dengan tarif pajak tidak tinggi atau BEPS.

Kedua, mendorong transparansi informasi keuangan secara global untuk kebutuhan perpajakan. Ketiga, meningkatkan peran perpajakan untuk pembangunan. Keempat, mendorong digitalisasi penarikan pajak di setiap negara.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai, dari sekian agenda di G-20, tiga isu relevan dengan Indonesia. Yaitu penerapan AEoI, ekonomi digital, dan transfer pricing.

Ekonomi digital terkait dengan masalah yang dihadapi Indonesia, seperti pajak e-commerce dan pajak badan usaha tetap (BUT). “Transfer pricing lebih kepada standar,” ungkapnya. Selain di G-20, pembicaraan perpajakan juga perlu dilakukan di ASEAN.

02
FEB
2017

Ditjen Pajak Menyasar Nasabah Bank Milik Negara

ditjen-pajak-menyasar-nasabah-bank-bumn

Realisasi penerimaan dari hasil pengampunan pajak (tax amnesty) periode terakhir kurang menggembirakan. Selama sebulan sampai Selasa (31/1), penerimaan negara dari amnesti pajak hanya Rp tiga ratus tujuh puluh dua miliar.

Pemantauan data amnesti pajak Ditjen Pajak menunjukkan, penerimaan sebanyak itu dari dana tebusan pengampunan pajak Rp413,1miliar, penghentian pemeriksaan bukti permulaan Rp tiga puluh koma sembilan sembilan miliar, dan pembayaran tunggakan pajak Rp287,91miliar. Sementara total penerimaan sejak semula amnesti pajak berjalan sampai Selasa kemarin sebanyak Rp seratus sepuluh koma dua delapan triliun.

1 juta WP akan menerima kiriman surat peringatan ikuti amnesti pajak.

Untuk mengejar peserta amnesti pajak lebih tidak sedikit, dalam lima puluh tujuh hari ke depan, Ditjen Pajak bakal memburu mesti pajak (WP) yang belum melaporkan harta kekayaannya. Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi menyatakan, aparat pajak akan bekerjasama dengan pelbagai pihak tergolong bank-bank BUMN untuk membantu aplikasi ini.

Ditjen Pajak bakal meminta bantuan bank BUMN mengirimkan surat peringatan kepada nasabah yang belum ikut amnesti pajak. “Suratnya dari kita, lalu bank menyalurkan ke mesti pajak melalui e-mail,” tandasnya, Selasa (31/1).

Menurut Ken, kerjasama antara pihaknya dengan bank-bank BUMN dimulai pada dua puluh lima Januari 2016. Dia mengaku ada 1 juta mesti pajak yang akan menerima kiriman surat peringatan untuk mengikuti amnesti pajak tersebut.

Langkah ini merupakan langkah lanjutan dari program serupa di Desember 2016. Saat tersebut, Ditjen Pajak mengirimkan surat elektronik (email) ke204.125WP untuk ikut amnesti pajak. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Hestu Yoga Seksama mengklaim cara ini cukup efektif. Sebab dari204.125WP yang dikirimi email,5.373WP merespon dengan ikut amnesti pajak. “Yang krusial efektivitasnya,” ungkapnya.

Ken menambahkan, sampai batas akhir periode ke III pada 31 Maret 2017, pihaknya akan akan terus melayangkan surat peringatan kepada WP untuk mengikuti amnesti pajak. “Tinggal dua bulan lagi amnesti pajak berakhir. Lantaran yang belum ikut banyak sekali, e-mail masih kita running terus,

Selain menyasar nasabah perbankan, Ken ucap, peringatan eksklusif akan diberikan untuk pengemplang pajak. Ia mengancam kalau peringatan tidak diindahkan maka sanksi bakal diberikan. “Bisa dikenakan pasal 18 UU Pengampunan Pajak. Makanya yang belum ikut amnesti pajak, ikut saja,” ungkapnya.

03
NOV
2014

Jasa Audit Keuangan

Jasa Audit Keuangan

Jasa Audit adalah suatu penugasan profesional yang menuntut sikap mental yang independen, pandangan yang objektif dan personalia yang memiliki integritas tinggi. Tugas ini pada dasarnya adalah untuk mengevaluasi asersi manajemen yang telah disajikan dalam laporan keuangan dan menguji apakah laporan keuangan tersebut telah disusun sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang berlaku umum.

Jasa Audit seperti disebutkan di atas, adalah suatu jasa yang sangat menuntut ”Professional Integrity and Objectivity”. Oleh karena itu, dalam melakukan ”Jasa Audit” memungkinkan kami untuk menyatakan pendapat bahwa asersi manajemen yang dituangkan dalam laporan keuangan perusahaan adalah wajar.

Jasa Internal audit adalah suatu bentuk layanan yang berfungsi membantu manajemen untuk memperoleh keyakinan bahwa semua kebijakan manajemen dipatuhi sehingga secara keseluruhan pegawai dapat bekerja secara efisien, efektif dan ekonomis. Dalam menjalankan tugas ini kami selalu berupaya membantu manajemen untuk menemukan alternatif yang terbaik dalam setiap operasi perusahaan. Tugas ini yang kami sebut sebagai “Research Examination”.

Jasa Audit Keuangan

Sebagai auditor independen kami berkompeten untuk melakukan audit umum atas Laporan Keuangan, hasil audit kami akan memberikan pernyataan pendapat (opini) mengenai kewajaran Laporan Keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Audit ini diperlukan oleh Dewan Komisaris perusahaan untuk menilai apakah Laporan Keuangan yang disajikan manajemen setiap tahunnya telah wajar atau belum sesuai dengan Standar Akuntansi yang berlaku umum sebagai pelepasan tanggung jawab manajemen.

Audit Internal harus mempertimbangkan keterbukaan risiko yang berhubungan dengan struktur organisasi, operasi, dan sistem informasi yang berkaitan dengan beberapa hal berikut:

  • Akurasi dan Integritas Informasi Finansial dan Operasional Auditor internal menilik kembali kebenaran dan integritas informasi tentang finansial dan operasional serta cara-cara untuk mengidentifikasi, mengukur, mengelompokkan, dan melaporkan informasi tersebut.
  • Efektivitas dan Efisiensi Tindakan Auditor Internal harus menilai dari sisi ekonomi dan efisiensi sumber daya yang dimanfaatkan. Juga, mereka harus menilai kembali tindakan-tindakan atau program-program yang dilakukan untuk memastikan kesesuaian hasil-hasil tersebut dengan tujuan dan target yang telah ditentukan. Dan, memastikan apakah semua tindakan operasional sudah dijalankan sesuai dengan yang direncanakan.
  • Pengamanan Aset Auditor Internal harus memeriksa kembali sarana yang dipakai dalam memastikan dan memverifikasi keberadaan aset.
  • Memenuhi Hukum, Regulasi, dan Kontrak Auditor internal harus menilai kembali sistem yang telah dibentuk untuk memastikan kesesuaian sistem tersebut dengan aturan, rencana, prosedur, hukum, regulasi, dan kontrak-kontrak penting vang mampu memberikan efek signifikan terhadap operasi dan laporan. Juga, menentukan apakah organisasi tersebut mematuhi aturan atau tidak.

 

12
AUG
2014

Jasa Pembukuan Akuntansi

jasa pembukuan akuntansi

Apakah bisnis anda berkembang pesat atau masih dalam tahap perencanaan, pengelolaan manajemen akuntansi perusahaan merupakan pertimbangan yang cukup penting. Anda mungkin mengetahui sistem usaha, perusahaan dan rencana masa depan untuk bisnis anda, tetapi mungkin belum menguasai proses akuntansi dan pembukuan didalam perusahaan. Untuk itulah kami disini menyediakan layanan akuntansi yang meliputi :

– Jasa Pembukuan, Laporan Keuangan & Audit.
– Penerapan Sistem Akuntansi Perusahaan
– Pelatihan Akuntansi
– Bisnis Support
– Aplikasi Accounting

Keuntungan layanan kami adalah :

1. Tidak perlu investasi software aplikasi dan tenaga kerja.
2. Support hardcopy dan softcopy
3. Aman dan Terpercaya.
4. Laporan keuangan teliti dan tepat waktu.
5. Budget fleksibel untuk perusahaan start-up kecil dan menengah.
6. Berpengalaman dalam menangani berbagai macam bidang usaha (Jasa, Perdagangan dan Manufaktur)

Kami menyediakan aplikasi akuntansi open source berbasis web untuk perusahaan kecil dan menengah, sangat cocok untuk perusahaan start-up. Aplikasi ini menggunakan PHP dan Database MySQL, support untuk pembukuan berpasangan dengan menyertakan modul untuk hampir semua proses bisnis perusahaan.

Keuntungan :

1. Tidak perlu instal karena cukup dengan menggunakan browser seperti Mozilla atau Google Chrome sudah bisa menjalankan aplikasi ini.
2. Efisiensi biaya dan waktu
3. Mudah dalam me-manage.
4. Data berada diserver aman dan ada backup.
5. Menjangkau siapa saja dan dimana saja, selama terkoneksi dengan internet
6. Tersedia 24 jam, kapan saja bisa diakses.
7. Bisa menggunakan komputer spek rendah, bahkan dengan smartphone.
8. Memudahkan dalam pelatihan, karena bisa secara online.